Traveling Bersama Sahabat di Pondok Kopi Umbul Sidomukti



Let’s have conversations in the dark, i’ll be ur side as always. I’ll always hold you.

Saya memiliki seorang sahabat, dia cantik. Bukan hanya cantik secara fisik, tapi hati dan attitude-nya saat memberikan treat untuk manusia lain, dia benar-benar mengagumkan. Bahkan sedetikpun aku sulit untuk lepas dari rasa takjub saat bersamanya.

Tanpa aku bercerita detail, dia sering sekali mengerti apa yang saya rasakan dan paham benar dengan keadaan saya. Lama sekali saya ingin memiliki petualangan bepergian bersama dia, sayangnya saat hampir rencana itu terwujud, negara kita dilanda oleh pandemi covid-19. Sehingga saya mengurungkan niat saya untuk bepergian dengan dia. Sedih memang, tapi aku akan jauh lebih sedih kalau sampai dia sakit.

Baru-baru ini beberapa daerah menerapkan new normal. Beberapa pusat perbelanjaan dan destinasi wisata mulai dibuka kembali. Kebetulan kami berdua sedang jenuh dengan beberapa problematika kehidupan, sehingga saya berinisiatif untuk mengajaknya keluar sekedar menyeduh kopi bersama di sebuah wisata di Semarang.  

Hari itu adalah hari minggu. Saya menuju rumah sahabat saya, ah hampir saja saya lupa mengenalkan nama sahabat saya. Namanya adalah Vivin, tingginya mungkin sekitar 158cm, kurasa dia semakin tinggi semenjak lulus SMK, sebab kuingat bahwa dulunya ia lebih kecil dari itu, tapi tetap saja cantik dan lucu, dua hal itu tak pernah berubah dari dirinya. Abadi.

Saya dan sahabat saya mengunjungi “Pondok Kopi”, salah satu wisata yang ada di Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kami bepergian dengan mematuhi anjuran pemerintah untuk selalu menggunakan masker dan hand sanitizer. Beberapa perlengkapan lain seperti tissue, masker cadangan dan lain sebagainya-pun tak lupa kami bawa.

Kami berangkat amat sangat pagi, yakni pukul delapan. Saya benar-benar tak habis pikir kenapa saya berangkat sepagi itu. Alih-alih saya rindu dan ingin lebih lama dengan sahabat saya, namun malah yang ada saya jadi menunggu berjam-jam karena Pondok Kopi buka pukul 11.00 WIB. Tak habis pikir, saya memutuskan menunggu. Meskipun dalam rentang waktu saat saya menunggu itu sempat berencana mengubah destinasi wisata kami, yakni menuju ke Candi Borobudur, sayangnya saat saya menghubungi bagian informasi untuk memastikan apakah wisata tersebut sudah buka kembali, ternyata masih tutup. Jadilah saya memilih menunggu di sebuah warung pinggir jalan, saya asyik bercanda dengan Vivin sembari menghabiskan lima buah tempe mendoan haha.

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya saya masuk juga. Biasanya untuk tiket masuk membayar Rp. 10.000. Tapi waktu itu saya gratis, tapi enggak tahu kenapa, mungkin karena masih awal-awal buka di era new normal ini(?) Saya dan Vivin hanya membayar parkir kendaraan bermotor roda dua sejumlah Rp. 3.000.


Setelah masuk, memang tidak bisa dipungkiri indahnya destinasi wisata ini. Selain udaranya yang sejuk, pemandangan yang disuguhkan benar-benar membuka mata. Segera saja saya memesan beberapa menu yang ada, namun karena kami masih kenyang usai sarapan pagi sebelum berangkat, ditambah beberapa mendoan, alhasil jadilah kami memesan nasi roti dan jus. Sayangnya jus yang kami pesan habis, jadinya saya pesan kopi deh. Padahal kami berdua ini sangat jarang minum kopi karena asam lambung amat tidak bersahabat dengan kami. Well, kira-kira begini tampilan menu yang saya pesan.


Jujur saja, saya sangat merekomendasikan roti bakar coklat keju disini, karena rasanya memang sangatlah enak. Beberapa kali saya kemari, saya tidak pernah absen memesannya. Sehingga saat saya kemari bersama sahabat saya, tetap saja saya memesannya, karena lidah saya dan Vivin memang satu frekuensi dalam cita rasa kuliner. Hehe

Wah ternyata sudah sangat panjang. Sebetulnya ada salah satu tempat yang kami kunjungi bersama selain disini. Namun, saya rasa akan lebih baik ditulis pada lain kesempatan. Inilah perngalaman pertama traveling bersama sahabat saya. Tentu pengalaman ini sangat berharga, dan akan menjadi permata pengalamanku dalam hidup. Terlebih saya melewatinya bersama sahabat saya. Cukup sekian ya teman-teman. Panjang sekali ternyata. Sampai bertemu di tulisan saya selanjutnya.


0 Response to "Traveling Bersama Sahabat di Pondok Kopi Umbul Sidomukti"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel